Jumat, 13 Desember 2013

Cerpen Cinta Sedih "Sepenggal Kisah Dalam Rinai Hujan"

Berikut ini adalah sebuah Cerpen yang menurut saya menjadi sebuah inpirasi bagi saya karena dengan sebuah Cerpen ini banyak orang seakan menjadi sebuah tokoh dalam Cerpen Tersebut, Bagaimana dengan isi Cerpen Tersebut silahkan langsung saja untuk membacanya.

Cerpen Cinta Sedih "Sepenggal Kisah Dalam Rinai Hujan"
SEPENGGAL KISAH DALAM RINAI HUJAN
Karya Yeni Ayu Wulandari

 Waktu kereta api meninggalkan dengungannya, waktu asap kendaraan menyatu dengan hawa malam, waktu rembulan alami hal sama yang dihadapi dua insan yang tengah berlalu di selama jalan ini.

Selama jalan meninggalkan jejak narasi yang ditinggalkan oleh dua insan yang tengah meradang hatinya. Ini jadi narasi bagiku, narasi yang kau torehkan sekian waktu lalu waktu kita berlalu melalui jalanan malam dalam rinai hujan untuk mengantarkanku pulang. Selama jalan yang kita lewati meninggalkan sisa licin lantaran rinai hujan yang demikian derasnya, di selama jalan juga dingin jadi demikian menusuk tulang, jarum-jarum hujan membasahi kain yang kita gunakan, dinginya demikian menembus tulang. Namun dingin itu telah tidak jadi bagiku.

Di selama jalan juga kereta api berlalu meninggalkan dengungannya, bikin ocehan yang kutujukan padamu tersamarkan, waktu asap kendaraan menyatu dengan hawa malam bikin hawa jadi sesak, waktu rembulan alami hal sama yang dihadapi dua insan yang tengah berlalu di selama jalan ini, meradang sampai tidak berani tunjukkan sinarnya. Waktu bintang juga tengah gundah sampai turut tidak pancarkan cahaya kemilaunya. Yah, kelihatannya situasi malam ini sama juga dengan perasaan yang tengah saya rasakan. Gundah. Awan hitam pekat tengah menyelimuti malam ini, serta mega mendung tengah menyelimuti perasaanku.

Memanglah kadang-kadang alam bersahabat dengan manusia. Buktinya bln. serta bintang tengah bersahabat dengan hatiku waktu ini, guratan sinarnya terlihat tidak demikian terang. Cuma remang-remang saja. Seperti tersenyum, namun kecut senyumnya. Tidak terang apa maknanya. Terkadang nampak, terkadang hilang. Nampak saja cuma sebagian waktu, tidak lama lagi kemudian menghilang lagi.

Mau terasa mulutku berkata tetaplah di sini bersamaku serta jadi raja di singgasana hatiku. Biarlah dinginnya malam ini makin menaikkan situasi tenang hatiku waktu ada di dekatmu. Walaupun kadang-kadang tetes air mata ini jatuh bergulir membasahi pipiku lalu turun ke pundakmu serta membasahi t-shirt beludru yang kau gunakan. Namun, apa kau rasakan itu? Rasa hangat atau dinginnya buliran air mataku. Air mata yang inginkan jawaban dari suatu penantian yang jadi sangat menjemukan. Karena hati serta mata ini sudah capek lantaran sering kali meneteskan buliran air mata serta menahan rasa sabar.

Katamu saya seperti anak kecil, manja serta egois. Namun memanglah tersebut saya, saya tetap butuh dirimu untuk menuntunku melalui saat yang penuh liku ini. Membiarkanmu ada di dekatku senantiasa bakal menyingkirkan jatuhnya buliran air mata ini.
Sekurang-kurangnya demikian! 

Bagaimana dengan Cerpen diatas, SHare atau LIKE jika Cerpen Tersebut sangat bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar